Assalamualaikum,,,
Hari ini aku awali dengan senyuman manis dengan pesona mata yang berbinar. Itu kata Ibuku, maklum beliau selalu memujiku tiap pagi. Alhamdulillah punya Ibu seperti beliau. Guys, udah lama ya aku ndak muncul di blog, kangen deh rasanya menyibukkan jari jemariku diatas keyboard mungilku ini. Aku punya banyak cerita yang akan aku bagikan di sini, semoga kalian semua tertarik untuk membacanya ya. Soalnya aku akan berbagi cerita mengenai destinasiku selama liburan semester tiga ini. Oke cerita aku mulai ya guys, daripada ntar ujung-ujungnya aku curcol malah payah.
Pertama, pada tanggal 14 januari 2015 aku bersama teman-teman serombel mengunjungi Curug Lawe yang ada di daerah Ungaran. Dari Unnes perjalanan sekitar 20 menit menggunakan motor. Mungkin kalau naik sepeda bisa seharian, jalannya aja naik turun. Sepanjang perjalanan kita disuguhi pemandangan terhampar hijau dan beratapkan birunya langit. Cukuplah untuk menyegarkan mata kita. Nah kalau udah sampai park area, kurang lebih kita membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke lokasi curug. Ya kalau itu ndak sambil foto-foto ditengah jalan, maklum sepanjang perjalanan banyak tempat yang membuat kita rugi kalau tak mengabadikannya. Apalagi aku perginya bareng anak-anak kelas yang narsis abis, ya harus sabar deh. Aku juga narsis soalnya. Ini aku kasih beberapa foto waktu ke Curug Lawe kemarin, maaf ya ndak bisa banyak-banyak. Ntar kalian ngiri lagi, kan repot. Selain Curug Lawe, kita pun bisa nyamperin Curug Benowo juga. Berhubung kita kesiangan, jadi ndak sempet mampir deh. Bayangin aja, perjalanan kita hampir 2 jam untuk sampai ke curug. Itu di jalan ngapain aja coba, kalau ndak foto-foto. Diantara ber-12 orang, yang paling narsis itu Ratu Ndeng (Yuanita Safitri) udah bisa geser posisi Kotray (Try Chasanah) lho, Keren. Sabar ya mbk Dewi yang kameranya penuh foto Ratu Ndeng. Maaf ya Fitri aku ikut-ikutan Mas Alan panggilnya, abis lucu juga.
Pertama, pada tanggal 14 januari 2015 aku bersama teman-teman serombel mengunjungi Curug Lawe yang ada di daerah Ungaran. Dari Unnes perjalanan sekitar 20 menit menggunakan motor. Mungkin kalau naik sepeda bisa seharian, jalannya aja naik turun. Sepanjang perjalanan kita disuguhi pemandangan terhampar hijau dan beratapkan birunya langit. Cukuplah untuk menyegarkan mata kita. Nah kalau udah sampai park area, kurang lebih kita membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke lokasi curug. Ya kalau itu ndak sambil foto-foto ditengah jalan, maklum sepanjang perjalanan banyak tempat yang membuat kita rugi kalau tak mengabadikannya. Apalagi aku perginya bareng anak-anak kelas yang narsis abis, ya harus sabar deh. Aku juga narsis soalnya. Ini aku kasih beberapa foto waktu ke Curug Lawe kemarin, maaf ya ndak bisa banyak-banyak. Ntar kalian ngiri lagi, kan repot. Selain Curug Lawe, kita pun bisa nyamperin Curug Benowo juga. Berhubung kita kesiangan, jadi ndak sempet mampir deh. Bayangin aja, perjalanan kita hampir 2 jam untuk sampai ke curug. Itu di jalan ngapain aja coba, kalau ndak foto-foto. Diantara ber-12 orang, yang paling narsis itu Ratu Ndeng (Yuanita Safitri) udah bisa geser posisi Kotray (Try Chasanah) lho, Keren. Sabar ya mbk Dewi yang kameranya penuh foto Ratu Ndeng. Maaf ya Fitri aku ikut-ikutan Mas Alan panggilnya, abis lucu juga.

Kedua, tepatnya tanggal 19 Januari 2015 liburanku pun berlanjut ke Bekasi ( kota yang sempet di bully di sosmed waktu itu ). "Mengapa aku pilih kota Bekasi untuk destinasi selanjutnya?" Yupz, bener banget. Itu kota dimana lahirnya sahabatku Try Chasanah. Alasannya bukan hanya itu aja, berhubung aku belum pernah naik kereta sebelumnya, makanya aku usahain agar kesampaian buat naik kereta ke Bekasi. Kalau ndak salah sekitar 7 jam kalau dari Semarang. Aku mendarat ke Bekasi sama si Ndut juga (Pramudita Ratu), temen yang paling suka kalau diajak main. Jadi, ndak salah pilih aku ngajak dia. Apalagi kita sama-sama belum pernah naik kereta. Ups, ketahuan deh. Selama di Bekasi, kita mengunjungi Kota Tua ( kalau di Semarang Kota Lama), Museum BI, Museum Mandiri ( salah satu lokasi take film Comic8 ), dan Sumarecon Mall Bekasi. Yah jauh-jauh mainnya ke Mall. Maklum jadi kunjungan wajib, kalau ke luar kota. Gaul dikit gapapakan. Kita pun nyobain kue pancong juga lho, katanya itu jadi tempat tongkrongan anak muda Bekasi. Kuenya tuh manis legit gimana gitu,,,kayak yang makan. Coklat, susu, sama kejunya sampai tumpah-tumpah. Cepetin aja ya ceritanya. Ternyata aku juga punya saudara di Bekasi lho, mana deket lagi sama rumahnya Kotray. Maaf ya bulek, aku ndak tau kalau rumahnya Bekasi. Tak kirain Jakarta, jadi ya ndak kepikiran. Untung aja dikasih tau Ibu, yaudah main sekalian untuk yang kedua kalinya. Yah terakhir main umur 4 tahun kayaknya. Mana salah orang lagi pas mau ketemuan, jadi malu. Dita sama Try ngetawain mulu deh. Alhamdulillah cukup seneng jadi anak kota walau cuma 3 hari, yah meskipun naik taksi aja puyeng. Biasalah aku kan anak touring, jadi ndak terbiasa naik begituan. Ngeles, dikit. Terakhir, makasih buat Mbk Ani dan Bapaknya Try yang sudah menerima kita dengan senang hati dirumahnya. Maaf buat Mbk Erna kita lupa berkenalan, jangan nyesel ya.
Setelah dari Bekasi, petualangan pun aku lanjutkan ke Puncak Sikunir, Dieng. Nah kalau itu tanggal 31 Januari 2015. Baru satu bulan aja udah main kemana-mana. Duh. Kalau dari Semarang naik motor mungkin sekitar 3 jam perjalanan normal. Aku muncak Sikunir ini ngikut si Ristra (yang ndut nya hampir sama kayak aku), maklum udah deket jadi ngikut aja. Kita ber-18 orang ke Sikunir. Wah ini pasukan mau demo apa ya, banyak amat. Perjalanan kita lakukan malam hari. Ceritanya kan mau lihat sunrise gitu. Berhubung malam, perjalanan kita lebih dari 3 jam. Berangkat sekitar pukul 17.30, sampai lokasi pukul 12.05 dini hari. Lama banget kan, Maklum perjalanan tidak berjalan mulus. Waktu di Temanggung ada yang bannya bocor, nah nyampe Wonosobo kita makan kucingan (efek laper), belum lagi hujan rintik yang mengiringi perjalanan kita memasuki wilayah Dieng. Eh iya ada yang motornya kedinginan juga, sampai ndak bisa nyala. Itu lho motor yang diboncengin Dewi (ehem so sweet ya wi). Peace mbk Dewi, cuma bercanda. Kalian tau kan Sikunir itu yang dituju sunrise-nya. Berhubung keberuntungan tak berpihak pada kita, gagal deh dapat sunrise yang terkenal pesonanya itu. Hujan rintik selalu menyelimuti dataran tinggi Dieng. Tapi kita tidak melewatkan kesempatan untuk menapaki puncak Sikunir, rugi dong jauh-jauh kalau ndak muncak. Meskipun jauh banget dibandingkan sama Puncak Mahameru. Jalan yang kita telurusi pun licin, berlumpur, dan berbatu. Namun, sampai di puncaknya semua terbayar dengan pemandangan yang tak terhingga. Bukit memanjang, perkebunan terhampar luar, dan kabut putih yang menyelimuti sebagian bukit. Meskipun tak bisa menyapa sunrise sebagai tujuan awal, namun kita bisa menyapa keindahan ciptaan Allah yang disediakan untuk kita. Singkat cerita, aku ucapkan teimakasih untuk Mas Lampah dan Ristra yang telah menjadi tour leader, Santri yang udah ngasih aku tebengan, dan semua teman-teman baru yang gokil. Aku tunggu trip selanjutnya.
Last destination with them, Bandengan Beach-Jepara. Segitu aja ya bahasa inggrisnya. Ntar kalian susah lagi bacanya apalagi yang nulis tambah puyeng. Kalau di Jepara ini nurutin keinginannya Bang Alan, ngidam camping di pinggir pantai sambil buat api unggun, bakar-bakar ikan, dan keanehan yang lainnya lah. Inget !!! Semua itu hanya imajinasi ya. Kenyataanya lebih dari itu guys. Kemarin, kita butuh sekitar 4 jam perjalanan dari Semarang ke Jepara padahal biasanya 2 jam juga udah nyampe. Apadaya kita telat berangkat gara-gara harus menunggu kepastian. Kepastian buat kendaraan maksutnya. Langsung saja ya aku cerita pas di pantainya. Sesuai dengan rencana awal, kita mendirikan tenda di pinggir pantai, masak bareng, makan bareng, tempat makan aja barengan, kurang so sweet apa coba. Berhubung ada pawang pantainya, kita bebas lakukan apa aja. Kalau kalian mau ke Bandengan, ngajak si Ndut Dita dijamin puas deh. Nah di tengah malam ada kejadian yang menakjubkan lho. Ssssttt ,,,,diem aja yang ngalamin, pokoknya hal paling seru dari apapun deh. Tidak akan terlupakan, tapi paling kalau udah uyut-uyut bisa aja lupa. Makasih bang Alan yang idenya awesome banget.
Closing statement ya guys,,,,
Meskipun kita tidak selalu bersama dalam tempat yang sama, namun kita selalu bersama dalam suasana dan perasaan yang sama. Saling berbagi senyum dan tawa, bahkan aib-aib diri kita yang tak sengaja terkuak. Be the best yourself ya kawan. MISS YOU
Terimakasih udah nyempetin baca coret-coretanku yang masih ababil ini ya,

Last destination with them, Bandengan Beach-Jepara. Segitu aja ya bahasa inggrisnya. Ntar kalian susah lagi bacanya apalagi yang nulis tambah puyeng. Kalau di Jepara ini nurutin keinginannya Bang Alan, ngidam camping di pinggir pantai sambil buat api unggun, bakar-bakar ikan, dan keanehan yang lainnya lah. Inget !!! Semua itu hanya imajinasi ya. Kenyataanya lebih dari itu guys. Kemarin, kita butuh sekitar 4 jam perjalanan dari Semarang ke Jepara padahal biasanya 2 jam juga udah nyampe. Apadaya kita telat berangkat gara-gara harus menunggu kepastian. Kepastian buat kendaraan maksutnya. Langsung saja ya aku cerita pas di pantainya. Sesuai dengan rencana awal, kita mendirikan tenda di pinggir pantai, masak bareng, makan bareng, tempat makan aja barengan, kurang so sweet apa coba. Berhubung ada pawang pantainya, kita bebas lakukan apa aja. Kalau kalian mau ke Bandengan, ngajak si Ndut Dita dijamin puas deh. Nah di tengah malam ada kejadian yang menakjubkan lho. Ssssttt ,,,,diem aja yang ngalamin, pokoknya hal paling seru dari apapun deh. Tidak akan terlupakan, tapi paling kalau udah uyut-uyut bisa aja lupa. Makasih bang Alan yang idenya awesome banget.
Closing statement ya guys,,,,
Meskipun kita tidak selalu bersama dalam tempat yang sama, namun kita selalu bersama dalam suasana dan perasaan yang sama. Saling berbagi senyum dan tawa, bahkan aib-aib diri kita yang tak sengaja terkuak. Be the best yourself ya kawan. MISS YOU
Terimakasih udah nyempetin baca coret-coretanku yang masih ababil ini ya,




Tidak ada komentar:
Posting Komentar