Minggu, 15 Februari 2015

Advanture on Holiday



Assalamualaikum,,,


Hari ini aku awali dengan senyuman manis dengan pesona mata yang berbinar. Itu kata Ibuku, maklum beliau selalu memujiku tiap pagi. Alhamdulillah punya Ibu seperti beliau. Guys, udah lama ya aku ndak muncul di blog, kangen deh rasanya menyibukkan jari jemariku diatas keyboard mungilku ini. Aku punya banyak cerita yang akan aku bagikan di sini, semoga kalian semua tertarik untuk membacanya ya. Soalnya aku akan berbagi cerita mengenai destinasiku selama liburan semester tiga ini. Oke cerita aku mulai ya guys, daripada ntar ujung-ujungnya aku curcol malah payah.

Pertama, pada tanggal 14 januari 2015 aku bersama teman-teman serombel mengunjungi Curug Lawe yang ada di daerah Ungaran. Dari Unnes perjalanan sekitar 20 menit menggunakan motor. Mungkin kalau naik sepeda bisa seharian, jalannya aja naik turun. Sepanjang perjalanan kita disuguhi pemandangan terhampar hijau dan beratapkan birunya langit. Cukuplah untuk menyegarkan mata kita. Nah kalau udah sampai park area, kurang lebih kita membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke lokasi curug. Ya kalau itu ndak sambil foto-foto ditengah jalan, maklum sepanjang perjalanan banyak tempat yang membuat kita rugi kalau tak mengabadikannya. Apalagi aku perginya bareng anak-anak kelas yang narsis abis, ya harus sabar deh. Aku juga narsis soalnya. Ini aku kasih beberapa foto waktu ke Curug Lawe kemarin, maaf ya ndak bisa banyak-banyak. Ntar kalian ngiri lagi, kan repot. Selain Curug Lawe, kita pun bisa nyamperin Curug Benowo juga. Berhubung kita kesiangan, jadi ndak sempet mampir deh. Bayangin aja, perjalanan kita hampir 2 jam untuk sampai ke curug. Itu di jalan ngapain aja coba, kalau ndak foto-foto. Diantara ber-12 orang, yang paling narsis itu Ratu Ndeng (Yuanita Safitri) udah bisa geser posisi Kotray (Try Chasanah) lho, Keren. Sabar ya mbk Dewi yang kameranya penuh foto Ratu Ndeng. Maaf ya Fitri aku ikut-ikutan Mas Alan panggilnya, abis lucu juga.







Kedua, tepatnya tanggal 19 Januari 2015 liburanku pun berlanjut ke Bekasi ( kota yang sempet di bully di sosmed waktu itu ). "Mengapa aku pilih kota Bekasi untuk destinasi selanjutnya?" Yupz, bener banget. Itu kota dimana lahirnya sahabatku Try Chasanah. Alasannya bukan hanya itu aja, berhubung aku belum pernah naik kereta sebelumnya, makanya aku usahain agar kesampaian buat naik kereta ke Bekasi. Kalau ndak salah sekitar 7 jam kalau dari Semarang. Aku mendarat ke Bekasi sama si Ndut juga (Pramudita Ratu), temen yang paling suka kalau diajak main. Jadi, ndak salah pilih aku ngajak dia. Apalagi kita sama-sama belum pernah naik kereta. Ups, ketahuan deh. Selama di Bekasi, kita mengunjungi Kota Tua ( kalau di Semarang Kota Lama), Museum BI, Museum Mandiri ( salah satu lokasi take film Comic8 ), dan Sumarecon Mall Bekasi. Yah jauh-jauh mainnya ke Mall. Maklum jadi kunjungan wajib, kalau ke luar kota. Gaul dikit gapapakan. Kita pun nyobain kue pancong juga lho, katanya itu jadi tempat tongkrongan anak muda Bekasi. Kuenya tuh manis legit gimana gitu,,,kayak yang makan. Coklat, susu, sama kejunya sampai tumpah-tumpah. Cepetin aja ya ceritanya. Ternyata aku juga punya saudara di Bekasi lho, mana deket lagi sama rumahnya Kotray. Maaf ya bulek, aku ndak tau kalau rumahnya Bekasi. Tak kirain Jakarta, jadi ya ndak kepikiran. Untung aja dikasih tau Ibu, yaudah main sekalian untuk yang kedua kalinya. Yah terakhir main umur 4 tahun kayaknya. Mana salah orang lagi pas mau ketemuan, jadi malu. Dita sama Try ngetawain mulu deh. Alhamdulillah cukup seneng jadi anak kota walau cuma 3 hari, yah meskipun naik taksi aja puyeng. Biasalah aku kan anak touring, jadi ndak terbiasa naik begituan. Ngeles, dikit. Terakhir, makasih buat Mbk Ani dan Bapaknya Try yang sudah menerima kita dengan senang hati dirumahnya. Maaf buat Mbk Erna kita lupa berkenalan, jangan nyesel ya.





Setelah dari Bekasi, petualangan pun aku lanjutkan ke Puncak Sikunir, Dieng. Nah kalau itu tanggal 31 Januari 2015. Baru satu bulan aja udah main kemana-mana. Duh. Kalau dari Semarang naik motor mungkin sekitar 3 jam perjalanan normal. Aku muncak Sikunir ini ngikut si Ristra (yang ndut nya hampir sama kayak aku), maklum udah deket jadi ngikut aja. Kita ber-18 orang ke Sikunir. Wah ini pasukan mau demo apa ya, banyak amat. Perjalanan kita lakukan malam hari. Ceritanya kan mau lihat sunrise gitu. Berhubung malam, perjalanan kita lebih dari 3 jam. Berangkat sekitar pukul 17.30, sampai lokasi pukul 12.05 dini hari. Lama banget kan, Maklum perjalanan tidak berjalan mulus. Waktu di Temanggung ada yang bannya bocor, nah nyampe Wonosobo kita makan kucingan (efek laper), belum lagi hujan rintik yang mengiringi perjalanan kita memasuki wilayah Dieng. Eh iya ada yang motornya kedinginan juga, sampai ndak bisa nyala. Itu lho motor yang diboncengin Dewi (ehem so sweet ya wi). Peace mbk Dewi, cuma bercanda. Kalian tau kan Sikunir itu yang dituju sunrise-nya. Berhubung keberuntungan tak berpihak pada kita, gagal deh dapat sunrise yang terkenal pesonanya itu. Hujan rintik selalu menyelimuti dataran tinggi Dieng. Tapi kita tidak melewatkan kesempatan untuk menapaki puncak Sikunir, rugi dong jauh-jauh kalau ndak muncak. Meskipun jauh banget dibandingkan sama Puncak Mahameru. Jalan yang kita telurusi pun licin, berlumpur, dan berbatu. Namun, sampai di puncaknya semua terbayar dengan pemandangan yang tak terhingga. Bukit memanjang, perkebunan terhampar luar, dan kabut putih yang menyelimuti sebagian bukit. Meskipun tak bisa menyapa sunrise sebagai tujuan awal, namun kita bisa menyapa keindahan ciptaan Allah yang disediakan untuk kita. Singkat cerita, aku ucapkan teimakasih untuk Mas Lampah  dan Ristra yang telah menjadi tour leader, Santri yang udah ngasih aku tebengan, dan semua teman-teman baru yang gokil. Aku tunggu trip selanjutnya.














Last destination with them, Bandengan Beach-Jepara. Segitu aja ya bahasa inggrisnya. Ntar kalian susah lagi bacanya apalagi yang nulis tambah puyeng. Kalau di Jepara ini nurutin keinginannya Bang Alan, ngidam camping di pinggir pantai sambil buat api unggun, bakar-bakar ikan, dan keanehan yang lainnya lah. Inget !!! Semua itu hanya imajinasi ya. Kenyataanya lebih dari itu guys. Kemarin, kita butuh sekitar 4 jam perjalanan dari Semarang ke Jepara padahal biasanya 2 jam juga udah nyampe. Apadaya kita telat berangkat gara-gara harus menunggu kepastian. Kepastian buat kendaraan maksutnya. Langsung saja ya aku cerita pas di pantainya. Sesuai dengan rencana awal, kita mendirikan tenda di pinggir pantai, masak bareng, makan bareng, tempat makan aja barengan, kurang so sweet apa coba. Berhubung ada pawang pantainya, kita bebas lakukan apa aja. Kalau kalian mau ke Bandengan, ngajak si Ndut Dita dijamin puas deh. Nah di tengah malam ada kejadian yang menakjubkan lho. Ssssttt ,,,,diem aja yang ngalamin, pokoknya hal paling seru dari apapun deh. Tidak akan terlupakan, tapi paling kalau udah uyut-uyut bisa aja lupa. Makasih bang Alan yang idenya awesome banget.



Closing statement ya guys,,,,
Meskipun kita tidak selalu bersama dalam tempat yang sama, namun kita selalu bersama dalam suasana dan perasaan yang sama. Saling berbagi senyum dan tawa, bahkan aib-aib diri kita yang tak sengaja terkuak. Be the best yourself ya kawan. MISS YOU

Terimakasih udah nyempetin baca coret-coretanku yang masih ababil ini ya,

Selasa, 12 Agustus 2014

Senyum Perdamaian

Assalamualaikum,,,,

Hari ini terasa sama seperti hari-hari sebelumnya. Kedamaian dalam keheningan selalu mengisi hari libur disemester ini. Tak ada cerita yang cukup berwarna untuk dibagikan. Beberapa rencana yang aku susun hanya membuat hati ini semakin kelabu, maklum belum ada yang kesampaian. Ya memang benar, kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan, Allah telah mengatur semuanya untuk kita. Dan itu pasti yang terbaik.

Jajaran pohon bambu yang selalu berdampingan pun setia menyapaku tiap pagi dengan desir angin yang membuat tubuhnya meliuk-liuk dengan indahnya. Para pengayuh sepeda yang selalu jadi pemandangan tiap pagi pun menambah warna dalam lensa mata kecilku. Bahkan terkadang hanya pancaran dari laptop kecilku yang bersedia menampung jari-jari mungilku untuk memijat keyboardnya.

Di tempat lain, aku merasakan alunan-alunan musik yang selama ini menemaniku dalam kesepian. Hingga dapat membuat jiwa ini terasa lebih berarti. Melakukan rutinitas yang sempat aku tinggalkan untuk beberapa waktu dulu. Memang kita tidak akan bisa membohongi diri sendiri dengan alasan apapun. Karena itu akan membuat diri kita lebih sakit. Alunan klasik itu membuat hati ini terasa berwarna bak pelangi perdamaian yang hampir sirna.

Canda tawa melengkapi rutinitasku di tempat itu. Meskipun kadang lola menyelimuti dalam diriku hanya gara-gara memikirkan hal yang tak pantas untuk dipikirkan. Berbagai cemilan pun tersedia disana, haha. Program diet menaikkan berat badan pun terlaksana. Walaupun hanya dimulai dari pipi yang terlihat chubby. Ya memang semuanya itu butuh proses. Doakan ya untuk para pembaca, semoga saya bisa capai target 45, aamiin,,,,

Agenda dalam bulan Agustus ini pun sudah memenuhi kalender dalam hanphone kecilku. Dari acara yang pasti maupun belum pasti. Maklum lah,,,,latihan jadi sibuk yang penuh tanggung jawab. InsyaAllah,,,,aamiin. Agenda melancong pun tak ketinggalan dalam kalender pribadiku. Maklum paling suka kalau disuruh jelajah. Apalagi naik motor, sensasi yang berbeda bagi seorang cewek sepertiku. Haha

Rabu, 06 Agustus 2014

Love, What is it,???

Assalamualaikum,,,

Saat itu hari-harinya dilewati dengan kegundahan dan kecemasan yang tak mengarah. Berkata dalam apa hati, " Peristiwa apa yang akan terjadi,?" Sekitar satu minggu lebih perasaan tak menentu selalu muncul dalam dirinya. Hingga akhirnya kegundahan itu mulai terjawab penyebabnya. Malam itu handphone berada di sampingnya berdering. Muncul pesan dari nomer yang tak tersimpan dalam kontak. Hati pun mulai bertanya-tanya tak menentu. Memikirkan siapa gerangan pengirim pesan itu.

Tak lama, dirinya teringat dengan pesan dari seseorang yang meminta ijin untuk memberikan nomernya ke teman dekatnya. Untuk menyambung silaturahim katanya. Diri itu pun segera memastikan apakah benar nomer itu milik dari orang yang dimaksud. Dan ternyata benar. Tapi mengapa hati ngerasa ada yang aneh dalam pesan-pesan yang sering dikirimkan ke dirinya. Mungkin hanya ke GR an dari sosok perempuan itu saja. Maklum dia salah tipe cewek yang cukup cuek sama orang terutama cowok yang belum dia kenal.

Namun, berbeda dengan saat itu. Dia begitu enjoy membalas tiap pesan yang dikirim si doy itu. Padahal ketemu langsung aja belum pernah. Gubrak deh, mungkin benih-benih cinta itu muncul. Cielah,,,,alay deh. Selang beberapa hari kemudian, mereka sepakat untuk bertemu di sebuah rumah makan lesehan. Perbincangan ringan pun terjadi. Terlihat berbeda dari biasa dalam pancaran matanya. Tak disangka perbincangan itu merambah ke perasaan si doi. Dengan malu-malu dia ngomong yang gak jelas di depan cewek itu. Namun, cewek itu tidak merespon omongan dari si doi. Padahal sebenarnya seneng tuh dalam hati. hihi

Setelah proses perkenalan sekitar dua bulan. Mereka pun resmi pacaran (mana ada pacaran resmi, pernikahan itu yang resmi) jangan ditiru ya. Masa putih abu-abu itu pun dilalui dengan menyandang status berpacaran. Yah ada seneng, bahagia, kecewa, sedih, and terharu (alay deh) cewek itu alami. Kasihan banget ya, baru pacaran aja sudah kayak gitu. Gimana nanti kalau udah nikah. Memang bener, kalau pacaran itu membuat kesempatan untuk explore diri menjadi terbatas. Dilarang gini, gitu, kesana, kesini, kemari (ampun deh). Mending sendiri aja kalau gitu. Lebih tenteram, damai, sejahtera. 

Namun, meskipun begitu mereka menjalin hubungan haram itu nyampe satu tahun lebih. Busseet lama bener. Yah maklum, pikiran apa yang telah menutupi jalan pemikirannya. Namun, disisi lain sosok perempuan itu menjadi sosok yang lebih tegar dan dewasa. Maklum kedewasaan butuh waktu dan proses. Sampai akhirnya berani ambil keputusan untuk berpisah dengan si doi. Meskipun harus dengan berbagai cara yang cukup tak masuk akal. Dan akhirnya selesai deh kisah cinta mereka berdua. Lose komunikasi pun terjadi diantara mereka. 

Untuk para pembaca, buat pelajaran aja. Dengan kita memiliki status berpacaran dengan seseorang, bersiaplah untuk sakit hati. Meskipun terkadang kebahagiaan pun didapat. Intinya, jodoh kita tidak akan tertukar dengan siapapun. Jodoh kita adalah cerminan diri kita sendiri. 
Fokus perbaiki diri yang sampai saat ini masih sendiri,
Perbaiki dirinya untuk yang sudah memiliki.
Man good is for woman good.

Sabtu, 02 Agustus 2014

Ini mah siapa yang dimaksud,? Gaje

Assalamualaikum,,,

Keheningan malam ini cukup nyaman untuk dirasakan, ya cukup untuk merenungi alur kehidupan yang harus kita jalani. Walaupun terkadang niat dalam hati dan pikiran jauh berbeda. Entah apa penyebabnya, ya mungkin terlalu banyak butir-butir masalah terkandung di dalamnya. Tak tau masalah apa yang telah mengepung dirinya hingga sulit untuk berpikir luas. Penyempitan pemikiran pun mulai menjamur pada dirinya. Sosok tangguh itu mulai luntur dalam kamus pribadinya.

Terkadang dalam diri itu sempat terpikir yang sangat tidak masuk akal. Bahkan tak pantas untuk dipikirkan oleh seseorang yang sudah memegang status mahasiswa. Sepintas diriku terlihat sosok yang ceria, tangguh, tegar, dan humoris. Memang semua itu ada dalam diriku, meskipun tidak sepenuhnya. Alhamdulillah rasa syukur itu masih tetap mengalir. Dalam kehidupan yang fana ini, aku berharap semoga dengan terlahirnya diriku ke dunia ini dapat berguna dan bermanfaat bagi sesama. Walaupun hanya sebutir biji sawi. Entah seberapa besar biji sawi itu, hehe.

Meskipun begitu, sosok tangguh itu memiliki dream list yang bisa dikata cukup tinggi dalam hidupnya. Padahal dalam hati, apakah mungkin impian itu terwujud,? Pasti mungkin. InsyaAllah. Rintihan hati bersamaan dengan tetesan air mata pun selalu menjadi pengantar dalam tidurnya. Kalau tidak salah, memang disunnahkan untuk merenungi sejenak sebelum tidur. Agar kita bisa jadi pribadi yang lebih baik. Kalau dilihat dari background diri itu, mungkin banyak celotehan yang tidak pantas untuk didengar oleh telinga sosok itu.

Namun tak mengapa, sosok itu pun tidak memperdulikan celotehan-celotehan gak jelas itu. Apalagi sosok yang telah melahirkan diri itu menjadi alasan utama untuk menjadikan dirinya selalu optimis dalam menggapai listnya. Tak lupa dukungan dari sahabat-sahabatnya yang berada dalam lingkaran hidupnya saat ini. Itulah yang membuat sosok itu selalu bersikap tegar dalam kondisi apapun. Bahkan bisa jadi, dia telah membohongi dirinya sendiri dengan kebiasaannya itu. Tapi harus gimana lagi, kita tidak mungkin menunjukkan kesedihan yang kita alami pada orang lain. Biarkanlah mereka hanya merasakan keceriaan yang kita miliki. Itulah mindset yang sosok itu miliki.

Tak terasa telah 19 tahun 3 bulan sosok itu memijak di bumi ini. Dengan goresan tinta warna-warni dalam buku kehidupannya. Suka dan duka selalu dillalui dengan senyuman manis dari bibirnya. Sepintas di rumah memang sosok itu terlihat norak, cupu, bahkan gak gaul. Namun, beda 180 derajat kalau sosok itu sudah terjebur dalam dunia nyatanya. Penuh dengan canda tawa, sok imut dan manis pun jadi ciri khasnya. Eh lola juga sering sih, hehe. Maklum lah, manusia memang susah ditebak. Yang penting enjoy bro,,,,hihi

See you next time ya, belum dapat ilham nulis lagi. hehe


Kamis, 31 Juli 2014

Moment of Ramadan (Part 2)

Assalamualaikum,,,

Tak terasa bulan Ramadan 1435 H telah berlalu, hari nan fitri pun telah kita lalui penuh dengan suka cita. Semoga kita tetap istiqamah dalam beribadah disebelas bulan selanjutnya. Aamiin,,,,
Kini saya hadir untuk berbagi pengalaman di bulan Ramadan kemarin, iitu juga untuk melanjutkan cerita di Part 1 sebelumnya.

Di bulan Ramadan kemarin menjadi moment untuk berkumpulnya anak-anak Akuntansi SMKN 1 Pati angkatan 2013. Tepatnya angkatanku gitu, hehe. Maklum anak muda sekarang pada sok sibuk gitu, jadi kalau udah kumpul ya heboh (eh emang masih muda ya,?) haha. Kita pun sudah sepakat untuk mengadakan reuni kecil-kecilan gitu, tepatnya tanggal 20 Juli 2014 kita mengadakan Bubar & Reuni di Dapoer Emak Pati. Rasanya tuh sesuatu banget bisa ketemu temen-temen SMK yang udah pada tampil beda gitu, cantik2, manis2 (termasuk q tuh, hihi), pastinya ganteng2 juga lho. Maklum cowok di SMK q cuma 11 orang (khusus Akuntansi). Ada yang masih kuliah, kerja, yang udah lulus D1 jaga ada, Alhamdulillah.

Dapoer Emak Pati
O ya khusus aku, temen2 banyak komen soal statusku di fb yang super katanya ( agak malu sih kalau di puji kayak gtu ). Ya semoga status2 yang di fb bermanfaat bagi para pembaca & penulisnya juga. Aamiiin,,, O ya aku juga waktu itu paling heboh sendiri lho, dateng-dateng langsung cipika-cipiki sama temen-teman (cewek pastinya). Yang cowok ndak boleh iri ya (bukan mukhrim) hehe. Acara pun dilanjutkan dengan makan bersama dengan menu yang macem-macem. Ada gurami asam manis, cumi crispy, ayam goreng, tumis kangkung, mie goreng, and es jeruk yang seger. Mantap deh,,,Alhamdulillah. Abis itu kita shalat Maghrib berjamaah deh.

Eh ceritanya belum kelar lho, abis acara bubar kita lanjut main ke Simpang Lima Pati. Tapi sayang sebagian telat datang, katanya temen-temen pada ketemu Bu Farida gitu (Kajur Akuntansi) yang sangat populer deh, hehe. Pada foto bareng lagi, aku ndak ikutan deh. Kasihan ya aku, hihi. Tapi ndak apa lah, aku pun masih kebagian buat ngeksis lho. Apalagi ada cemilannya juga, pastinya ndak ketinggalan donk. Maklum ratu nya ngemil lho kecil-kecil gini, tapi og susah gemuknya. Haha

Simpang Lima Pati

Waktu udah nunjukin pukul 20.00 WIB, waktunya pulang deh. Makasih buat Mbak Febbyanti dan semua panitia yang terlibat dalam acara, semoga tahun depan bisa kumpul-kumpul lagi ya. Dengan cerita yang lebih menarik dan berkesan.

Kegiatan dihari lain pun berlanjut lho. Kalau ini ide dari sahabatku Mas Khairul Umam, yakni bagi-bagi ta'jil. Temen-temen pun pada setuju dan aku juga Yes. Nah, tanggal 25 Juli 2014 acara itu sepakat dilaksanakan. Tapi sayang, semuanya ndak bisa ikut terlibat dalam proses membuat ta'jil. Makasih buat Ibuknya jenk Iin yang udah buatin kolak yang super banyak, sampai dua panci yang super gede-gede. Sekitar jam 3 sore, aku pun ke rumah jenk Iin untuk bantu-bantu gitu. Ada Umam, Ana, Isna, Puput, Nurul, and Zulia juga. Kita pun berhasil membuat sekitar 150 lebih cup ta'jil. Alhamdulillah,

Khairul Umam
Sekitar pukul 17.00 kita terjun ke TKP, tepatnya di depan kantor DPU Pati (lupa nama jalannya, hihi). Di TKP udah ada Febby yang telah menanti kedatangan kita (cie,,,) maklum deket rumahnya juga sih. Kita pun siap beraksi, mulai membagi tugas. Aku dapat bagian yang ngeluarin cup dari box nya, yang lain pada bagiin di pinggir jalan. Tak ketinggalan kita pun eksis, wajib atuh kalau itu. Haha
Dug,,,dug,,,dug,,,alhamdulillah suara bedug adzan berkumandang, Ye,,,,waktunya berbuka deh (padahal aku mah gak puasa, biasa cewek) hihi. Alhamdulillah, progja telah terlaksana dengan lancar. Kita pun capcus buat Maghrib berjamaan di mushola SPBU Joyo Kusumo sekalian makan di kucingan gitu. hihi

DPU Street
Nah, begitulah kegiatanku di bulan Ramadan bersama temen-temen  P AKT C and SMK Bisa. Semoga kita bisa tetap kompak dan solid dalam hal apapun, tentunya yang bermanfaat.
Senyum itu akan akan selalu terpancar diantara kita untuk selamanya. InsyaAllah,

THE END

Jumat, 25 Juli 2014

Moment of Ramadan (Part 1)

Assalamualaikum,,,

Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah bagi semua umat muslim di seluruh jagad raya ini. Tak terkecuali saya. Banyak amalan-amalan yang dapat kita lakukan dibulan tersebut. Orang berlomba-lomba dalam mengumpulkan pahala. Dari berpuasa yang hukumnya wajib, shalat tarawih, tadarusan, bahkan kegiatan bakti sosial.

Alhamdulillah, dibulan Ramadan ini tepatnya Senin, 7 Juli 2014 saya bersama teman-teman P AKT C 2013 melaksanakan kegiatan bakti sosial di panti asuhan cacat ganda Al-Rifdah di daerah Pedurungan-Semarang. Kita sangat antusias dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Apalagi dalam proses penggalangan dana untuk acara tersebut. Dari berjualan minuman, jajan pasar " Rainbow", muterin kotak amal, bahkan sampai ngamen di Simpang Lima Semarang. Alhamdulillah kita juga dapat dari berbagai donatur. Ada yang berupa buku dari Utdz. Rich ( penulis buku Rosulullah Bussines School ) dan fresh money dari orang tua temen-temen P AKT C. Nah untuk buku itu, kita jual ke warga kampus ( mahasiswa & dosen pastinya ). Alhamdulillah hasilnya lumayan.
P AKT C and Me
Itu adalah moment saat foto bersama dengan anak-anak panti. Mereka pun terlihat begitu bahagia saat kita berkunjung ke sana. Apalagi cowok-cowok P AKT C nya, pada punya fans sendiri lho. Sampai-sampai waktu kita mau pamitan aja, mereka pada gak rela. haha
Nah, kalau yang ini saat kita berkunjung buat pemenuhan tugas BIB kita, maklum waktu mepet gitu. Sekalian tuh main ke rumah Ristra Cantik, maklum yang rekomendasi in panti asuhannya kan jenk Ristra gitu. hihi. Makasih ya jenk Ristra. Maaf kalau selama proses penggalangan dana kemarin, aku sempet emosi gitu. Harap maklum, mungkin lagi pms. haha
BIB
Untuk endingnya kita buber di Cowek Ireng. Tapi sayang, cukup banyak yang gak bisa ikut. Pada males naik ke atas lagi gitu, maklum kampus kita di pucuk gunung. hehe. O ya q sempet takut juga waktu perjalanan menuju tempat buber, temen kita Dessy asma nya kambuh waktu di angkot. Lumayan panik deh, apalagi aku ndak punya pengalaman jadi PMR kayak gitu.  Apalagi supir angkotnya agak emosi, yaiyalah waktu berangkat mereka nyasar  (abis pilih jalan sendiri sih) hihi, maaf ya pak supir. Eh, pulangnya kita molor gitu mana tambah mogok segala lagi. Lengkap deh,. Sampainya di Cowek Ireng, huaaahhh,,,alhamdulillah terasa banget nikmat buber abis acara baksos. Padahal pada belum mandi tuh,,,,hihi.
Dan akhirnya sayonara deh,,,,pada mudik gitu. Alhamdulillah abis UAS juga. hehe
At Cowek Ireng
To be continued,,,,

Jumat, 18 Juli 2014

SBMPTN

Assalamualaikum,,,
Tepat tanggal 16 Juli 2014 kemarin menjadi moment paling mendebarkan bagi semua peserta SBMPTN. Semua ekspresi tertuang dihari itu. Dari ekspresi kecewa, menyesal, bahkan tangis bahagia pun ada. Bagaimana tidak, tahun ini pendaftar SBM mencapai 600 rbu lebih, tapi yang diterima hanya sekitar 104 ribu. Berapa banyak yang harus menelan kekecewaan atas kegagalan yang mereka alami. Tapi, tidak lolosnya dalam SBM tidak akhir segalanya, mereka masih semangat untuk mengikuti seleksi tahap berikutnya. Yakni melalui jalur mandiri di tiap PTN. Salut deh buat para generasi sekarang. Semangat mereka membara untuk melanjutkan pendidikan di PTN yang mereka inginkan.

Setelah membahas uforia SBM tahun ini, aku jadi teringat saat posisiku satu tahun yang lalu. Ya, jadi salah satu peserta SBM tahun 2013. Mungkin saat itu pengalaman yang tak akan terlupakan, bahkan bisa jadi bahan tawa untuk para pembaca. Haha,

Okey,,,gini ya ceritanya. Kalau nggak salah pelaksanaan tes SBM itu tanggal 18-19 Juni 2013. Nah, H-1 aku udah janjian sama teman-teman seperjuangan untuk berangkat bareng. Kita janjian kumpul di BC SMKN 1 Pati ( itu sekolah q lho,,,) pukul 13.00 . Tapi, gara-gara si Bos Nilam jadi putri domas tuh kita berangkatnya telat. Sekitar pukul 13.30 kita baru capcus menuju TKP. Disitu kita berbanyak orang, kalau gak salah ada tujuh motor. Salah satunya ada aku tuh,,,iyalah. Semua pada boncengan, cuma aku yang sendirian. Kasihan ya, yaiyalah aku nya belum berani boncengin orang. Apalagi jarak jauh gitu, Semarang bro,,,haha. Maklum touring terjauh yang aku ikutin saat itu. Tanpa pikir panjang, kita pun capcus (kayaknya dari tadi udah capcus deh). Eh,,,baru aja berangkat, nyampe Kudus ban motor yang diboncengin Bos Nilam bocor. Tuh kan, dia lagi gara2 nya. Emang parah tuh orang, ( eh maaf ya Bos Nilam. hihi ). Tapi gpp lah, kita akhirnya rehat gitu di pinggir jalan, sambil ngobrol2 yang gak penting2 banget. Setelah menunggu, menimbang, menafsir, dan memperhitungkan (wah alay haha) akhirnya kelar juga tuh nambal bannya. Waktu pun udah menunjukkan pukul 15.05 (kalau gk slah ya), kita pun shalat Asar jamaah di mushola pom bensin deket jalan lingkar Kudus. Tau' deh lupa nama daerahnya tuh. Harap maklum,

Alhamdulillah, kewajiban kita udah terlaksana. Kita pun melanjutkan perjalanan, wow baru pertama kali aku bersanding sama truck2 gede. Rasanya tuh sesuatu banget, padahal takutnya gak ketulungan. Tapi gengsi dikit gitu. Haha. Tak lama kemudian kita nyampe di pantura Demak, walah2 macet lah di situ. Panjang banget lgi, gara2 ada truck guling di lajur kanan gitu. Dengan terpaksa kita ambil jalan terlarang. Trotoar kita terjang (jgan ditiru ya) hehe. Pelanggaran lalu lintas tuh, untung aja gx ditangkap pakpol. Iyalah, pakpolnya lagi sibuk ngurusin truck yang guling tadi. Dan akhirnya lolos deh dari macet yang super parah tadi, haha

Alhamdulillah sekitar pukul 17.00 kita nyampe di Semarang. Nah lho, baru aja keluar dari Demak. Kita udah disambut banjir rob di Kaligawe situ tuh,,maklum udah langganan sih. Ketemu macet lagi, capek chin,,,,ciyus deh. Motor temen2 q pada mogok tau',,,kasihan bget ya. Upz, (astagfirullah) Alhamdulillah motor q gx loh,,,Allah memang baik deh. Gak nyangka planning kita hancur, masak jam segitu baru nyampe Semarang coba. Huft,!!! Kita pun rehat di pom bensin sekitar Kaligawe, sambil benerin motor yang pada mogok. Sekitar pukul 17.30 kita lanjutin perjalanan, tujuannya ya ada Unnes, Undip (aku tuh), and IAIN juga. Awalnya sih aku yang jadi penunjuk jalannya ( wa gaya ya.haha ), berhubung semua jalan dikepung oleh banjir, gagal deh. Jadinya aku yang ngikut temenku gitu. Singkat cerita, kita nyampe di daerah Gunungpati. Nah lho,,,padahal tujuanku Undip Tembalang. Akhirnya Nurul, Rivan, dan aku rehat di pom bensin sampangan sekalian shalat Maghrib. Kita emang sengaja gak ikut naik ke Unnes, abis macet juga. Kita bertiga akhirnya berkelana menuju Undip Tembalang, tanya sana tanya sini tanya situ. Nurul aja sampai nangis lho, gara2 kita gak nyampe2. Huhu,,,aku juga capek kali. Masak mau nangis juga, gengsi donk. haha. Eh gara2 kecerobohan aku, kita nyasar lagi. Maaf ya temen2, huhu. Tak kirain Undip tuh cuma satu lokasi aja, eh ternyata ada 2 lokasi. Gara2 aku nanya cuma Undip aja, dikasih tau orange jalan nuju Undip Peleburan. Tambah bingung lagi deh,,,,

Alhmadulillah, setelah sekian jam kita di jalan akhirnya kita nyampe juga di Tembalang. Baru gerbang patung kudanya sih, itu aja macet. Lagi2 macet, capek deh. Tapi setidaknya udah tanda2 gak nyasar lagi gitu. Singkat cerita, alhamdulillah sekitar pukul 21.05 kita nyampe di kos Mbk Tika (kakak kelas waktu SMK). O ya Bos Nilam apa kabar ya,,,??? ngomong2 dia masih ketinggalan di Unnes tau, padahal tesnya di Undip sama kayak q. Aduh. Maaf ya bos Nilam,,,,kita tinggal tadi. Alhamdulillah dia dianter sama Mbk Isti, Umam, Mas (lupa namanya). Wa,,,,pada temu kangen deh, hehe. Bos Nilam maaf ya,,,,jangan nangis ya.
Kita pun siap untuk menghadapi ujian SBMPTN esok hari. Semangat buat temen2ku Nilam, Umam, Nurul, Isna, Nisa, Defi, Revinda, Revindi. Good Luck ya,,,,,!!!