Assalamualaikum,,,
Saat itu hari-harinya dilewati dengan kegundahan dan kecemasan yang tak mengarah. Berkata dalam apa hati, " Peristiwa apa yang akan terjadi,?" Sekitar satu minggu lebih perasaan tak menentu selalu muncul dalam dirinya. Hingga akhirnya kegundahan itu mulai terjawab penyebabnya. Malam itu handphone berada di sampingnya berdering. Muncul pesan dari nomer yang tak tersimpan dalam kontak. Hati pun mulai bertanya-tanya tak menentu. Memikirkan siapa gerangan pengirim pesan itu.
Tak lama, dirinya teringat dengan pesan dari seseorang yang meminta ijin untuk memberikan nomernya ke teman dekatnya. Untuk menyambung silaturahim katanya. Diri itu pun segera memastikan apakah benar nomer itu milik dari orang yang dimaksud. Dan ternyata benar. Tapi mengapa hati ngerasa ada yang aneh dalam pesan-pesan yang sering dikirimkan ke dirinya. Mungkin hanya ke GR an dari sosok perempuan itu saja. Maklum dia salah tipe cewek yang cukup cuek sama orang terutama cowok yang belum dia kenal.
Namun, berbeda dengan saat itu. Dia begitu enjoy membalas tiap pesan yang dikirim si doy itu. Padahal ketemu langsung aja belum pernah. Gubrak deh, mungkin benih-benih cinta itu muncul. Cielah,,,,alay deh. Selang beberapa hari kemudian, mereka sepakat untuk bertemu di sebuah rumah makan lesehan. Perbincangan ringan pun terjadi. Terlihat berbeda dari biasa dalam pancaran matanya. Tak disangka perbincangan itu merambah ke perasaan si doi. Dengan malu-malu dia ngomong yang gak jelas di depan cewek itu. Namun, cewek itu tidak merespon omongan dari si doi. Padahal sebenarnya seneng tuh dalam hati. hihi
Setelah proses perkenalan sekitar dua bulan. Mereka pun resmi pacaran (mana ada pacaran resmi, pernikahan itu yang resmi) jangan ditiru ya. Masa putih abu-abu itu pun dilalui dengan menyandang status berpacaran. Yah ada seneng, bahagia, kecewa, sedih, and terharu (alay deh) cewek itu alami. Kasihan banget ya, baru pacaran aja sudah kayak gitu. Gimana nanti kalau udah nikah. Memang bener, kalau pacaran itu membuat kesempatan untuk explore diri menjadi terbatas. Dilarang gini, gitu, kesana, kesini, kemari (ampun deh). Mending sendiri aja kalau gitu. Lebih tenteram, damai, sejahtera.
Namun, meskipun begitu mereka menjalin hubungan haram itu nyampe satu tahun lebih. Busseet lama bener. Yah maklum, pikiran apa yang telah menutupi jalan pemikirannya. Namun, disisi lain sosok perempuan itu menjadi sosok yang lebih tegar dan dewasa. Maklum kedewasaan butuh waktu dan proses. Sampai akhirnya berani ambil keputusan untuk berpisah dengan si doi. Meskipun harus dengan berbagai cara yang cukup tak masuk akal. Dan akhirnya selesai deh kisah cinta mereka berdua. Lose komunikasi pun terjadi diantara mereka.
Untuk para pembaca, buat pelajaran aja. Dengan kita memiliki status berpacaran dengan seseorang, bersiaplah untuk sakit hati. Meskipun terkadang kebahagiaan pun didapat. Intinya, jodoh kita tidak akan tertukar dengan siapapun. Jodoh kita adalah cerminan diri kita sendiri.
Fokus perbaiki diri yang sampai saat ini masih sendiri,
Perbaiki dirinya untuk yang sudah memiliki.
Man good is for woman good.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar